Redaksi Radio Pasaman FM · 16 September 2026, 16.26 WIB
Radio Pasaman 101.9 FM - Organisasi Santri Ma’had Al Afaf (OSMA) Yayasan An Naajiya resmi dilantik pada 14 September 2026 di Nagari Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat. Organisasi ini menjadi wadah pembinaan kepemimpinan sekaligus pengembangan potensi santri melalui berbagai bidang kegiatan.
OSMA diarahkan untuk ikut membangun lingkungan Ma’had yang disiplin, tertib, aktif, dan kondusif bagi proses pendidikan. Para pengurus mendapat tanggung jawab melalui sejumlah divisi yang memiliki fungsi pembinaan berbeda.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pengurus yang dilantik, ada beberapa tugas fungsi masing-masing divisi diantaranya Divisi Bahasa bertugas menghidupkan budaya penggunaan bahasa Arab dan Inggris. Divisi Ibadah membantu membangun kedisiplinan serta semangat santri dalam beribadah.
Sementara itu, Divisi Keamanan dan Kebersihan berperan menjaga ketertiban sekaligus kebersihan lingkungan Ma’had. Pada bidang kesehatan, OSMA ikut menumbuhkan kepedulian santri terhadap kesehatan dan kebersihan diri.
Pengembangan kreativitas dan kemandirian santri juga dilakukan melalui Divisi Nasyath. Kegiatannya antara lain mencakup olahraga, berkebun, perikanan, serta berbagai aktivitas positif lainnya.
Keberadaan OSMA diharapkan tidak hanya membentuk santri menjadi pribadi yang baik, tetapi juga memberikan ruang untuk belajar memimpin, bekerja sama, bertanggung jawab, dan berkhidmat kepada sesama.
Dalam arahannya kepada pengurus yang baru dilantik, Mudir Ma’had Al Afaf, Ustadz Taufiq Hidayat, Lc., mengingatkan bahwa jabatan dalam organisasi bukan bentuk kehormatan maupun kekuasaan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
“Menjadi pengurus bukan berarti lebih tinggi dari teman-teman yang lain, tetapi berarti memiliki tanggung jawab yang lebih besar. Jangan menjadi pemimpin yang hanya pandai menyuruh, tetapi jadilah teladan dalam kedisiplinan, ibadah, adab, dan tanggung jawab. Karena jabatan pada akhirnya akan selesai, tetapi keteladanan dan kebaikan yang kita tanamkan kepada orang lain akan terus meninggalkan jejak,” tegasnya.
Pesan tersebut menempatkan keteladanan sebagai salah satu tanggung jawab utama pengurus selama menjalankan roda organisasi. Pengurus diharapkan mampu memberikan contoh melalui kedisiplinan, ibadah, adab, serta pelaksanaan tugas sehari-hari.
Ketua OSMA yang dilantik, Gustian Alif Prima Diantara, juga menegaskan bahwa jabatan yang diterimanya bukan sekadar kedudukan, tetapi amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah ﷻ.
Ia menyatakan komitmennya menjalankan amanah tersebut dengan sungguh-sungguh, terus belajar dari kesalahan, serta mengutamakan kepentingan bersama.
Gustian juga memohon bimbingan, nasihat, dan doa dari para ustadz, pembina, serta seluruh santri agar OSMA dapat menjadi wadah untuk belajar berkhidmat, bertanggung jawab, sekaligus membentuk pribadi yang lebih baik. (Jimi)
Belum Ada Komentar
Tinggalkan Komentar
Email tidak akan dipublikasikan. Komentar akan tampil setelah disetujui admin.